Akses Pasar Terhambat, Warga Kampung Bu Epe Kesulitan Menjual Ikan Hasil Tangkapan

Kampung Bu Epe, Agustus 2023 – Meskipun ikan hasil tangkapan melimpah di perairan kampung Bu Epe, masyarakat di dusun-dusun milik masyarakat adat di sana menghadapi tantangan serius dalam menjual hasil tangkapan mereka ke pasar. Kendala utama yang dihadapi adalah akses terbatas ke pasar-pasar terdekat akibat keterbatasan transportasi.

Lukas Samkakai, penduduk kampung Bu Epe, Distrik Kaptel, menceritakan kesulitan yang mereka hadapi dalam menjual ikan. “Kami biasanya menjual ikan ke penadah di pelabuhan Tamulik, ikan gastor yang sudah bersih harganya rata-rata antara Rp. 8.000 – Rp. 10.000/Kg. Ikan mujair Rp. 3.000 – 5.000/ekor. Saat musim banjir harga ikan mujair Rp. 20.000/tali. Warga juga kewalahan karena harga bahan bakar minyak cukup mahal, harga rata-rata Rp. 14.000 – Rp. 15.000/Liter, sehingga biaya transportasi juga ikut mahal,” kata Lukas.

“Kami mengandalkan perahu motor ketinting untuk mencari ikan, dan akibatnya, warga kesulitan mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak ada uang yang tersisa untuk disimpan”, tambahnya lagi.

Warga kampung Bu Epe sangat berharap pemerintah distrik Kaptel dan dinas terkait dapat memberikan solusi atas masalah transportasi ini. Salah satu usulan yang mereka ajukan adalah menyediakan armada mobil khusus yang dapat membantu mengangkut hasil tangkapan ikan ke pasar di Kurik atau bahkan ke Kota Merauke. Dengan adanya sarana transportasi yang memadai, mereka berharap dapat mengatasi persoalan ini dan meningkatkan pendapatan mereka.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *