Kamorang tahu kah Siapa Pemimpin Gereja Katolik terlama?
Namanya adalah Giovanni Maria Mastai-Ferretti. Ia lahir di Senigallia, Italia pada 13 Mei 1792. Sebagai seorang Paus yang terpilih melalui konklaf (pemungutan suara yang dilakukan oleh para kardinal) ia mengambil nama Paus Pius IX. Ia melayani Gereja Katolik sebagai Paus selama 31 tahun sejak dipilih dari 16 Juni 1946 sampai wafatnya pada 7 February 1878.

Pada masa kepemimpinannya dilaksanakan Konsili Vatikan Pertama. Konsili ini membahas soal rasionalisme, liberalisme, materialisme, infabilitas kepausan, dll. Dokumen dan keputusan yang dihasilkan adalah Dei Filius dan Pastor Aeternus.
Konsili ini berangkat/bermula dari rencana Paus Pius IX karena melihat kondisi Gereja yang luar biasa parah, sehingga perlu diobati dengan sebuah obat, yaitu Konsili. Akhirnya dilaksanakanlah Konsili Vatikan Pertama dilaksanakan dengan sidang pertama pada 8 Desember 1869. Konsili ini merupakan konsili oikumenis kedua puluh bagi Gereja Katolik Roma, yang dihadiri hampir 800 pemimpin gereja. Tujuan dilaksanakan Konsili Vatikan Pertama adalah lewat diskusi-diskusi dan usaha-usaha bersama menemukan bantuan Tuhan obat-obat yang perlu untuk menyembuhkan penyakit-penyakit yang membebani Gereja.
Selama masa kepemimpinannya, Gereja melewati masa sulit. Periode saat itu diwarnai perang antarnegara, juga konflik antara kelompok konservatif dengan kelompok liberal. Antara kelompok konservatif dan liberal Paus Pius IX dengan pandangan moderatnya saat itu memang memberikan kebijakan baru. Kebijakan itu misalnya: memberikan amnesti untuk kejahatan politik, memberikan kebebasan pers, dan menolak untuk berperang bahkan ketika revolusi (di Italia) membayangi.
Berjuang Melawan Penyakit Epilepsi
Ketika muda, Paus Pius IX menderita Epilepsi. Ia berjuang keras melawan penyakit ini. Giovani muda (nama Paus Pius IX sebelum jadi Paus) mendapat dukungan penuh dari ibunya, Caterina Solazzi dan Ayahnya Pangeran Girolamo Mastai-Ferretti, bangsawan di Senigallia, Italia. Masa kecil Giovani dengan sekolah Saint Michael di Volterra, Provinsi Toscana, Italia. Akan tetapi, upaya Giovanni muda melanjutkan pendidikan tinggi di Volterra sempat terhenti pada 1809, karena penyakit epilepsinya.
Tahun 1812 ia pun harus putus sekolah lagi ketika menempuh Pendidikan Tinggi di Roma. Namun semangatnya tidak pernah padam. Ia bertekad menyelesaikan pendidikannya sekaligus menjadi seorang Imam.
Pada 1818, dia mendapatkan tugas sebagai seorang misionaris di kampung halamannya. Setelah itu Giovanni muda terus mendapatkan peran-peran dan kedudukannya meningkat, hingga terpilih sebagai Paus pada 16 Juni 1846.
Pada 1827, pada usia 35, ia menjadi uskup agung Spoleto. Setahun kemudian, Geovani menjadi Uskup Imola. Pada tahun 1840, ia diangkat menjad Kardinal dari Santi Marcellino e Pietro. Selama masa ini, ia dianggap liberal ketika ia mendukung reformasi administrasi di Negara Kepausan.
Paus Pius IX wafat pada tanggal 7 Februari 1878, pada usia 85 tahun. Ia meninggal pada 7 Februari 1878 di Istana Apostolik, Vatikan dan dimakamkan pada 13 Juli 1881 di Basilika Santo Laurensius di Luar Tembok, Roma, Italia. Paus Pius IX di Beatifikasi menjadi orang kudus oleh Paus Yohanes Paulus II pada 3 September 2000.
