Tim Penggerak PKK Merauke Laksanakan Nikah Massal di Kampung Kweel

Sabtu (26/11), Tim Pengerak PKK Kabupaten Merauke melaksanakan program mereka yaitu Nikah Massal serta Peneguhan Pasangan bagi Masyarakat di Kampung Kweel. Sebanyak 24 pasangan ikut dalam kegiatan yang terbagi jadi tiga (3) kegiatan yaitu: Penerimaan Sakramen Perkawinan dan pencatatan sipil di Gereja Santo Mikael, Kweel, serta ramah tamah dan penyerahan surat nikah di Balai Kampung Kweel.

Sebanyak 24 pasangan ikut kegiatan ini: 11 pasang dari Kampung Kweel dan 13 orang dari Kampung Bupul. Kegiatan diawali dengan penerimaan sakramen perkawinan oleh Pastor Paroki Santo Petrus Bupul RP. Petrus Katan Piran MSC. Beliau berpesan agar pasangan suami istri yang hari ini mendapatkan sakramen pernikahan agar senantiasa menjaga ikatan pernikahannya dengan baik, dimana perkawinan katolik adalah perkawinan yang monogam dan tak terceraikan.

Hadir pada kegiatan ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Merauke, Ibu Imelda Carolin Mbaraka, Pastor Paroki Bupul RP. Petrus Katan Piran MSC, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Merauke Ibu Yustina Regina Kamisopa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Merauke Bpk. Daud Holenger, Kepala Distrik Elikobel Drs. Abdul Asis, dan unsur Muspika Distrik Elikobel.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Merauke Ibu Imelda Mbaraka menyampaikan mengapa memilih Kampung Kweel sebagai tempat pelaksanaan kegiatan nikah masal. “Kampung Kweel merupakan kampung binaan dari PKK Kabupaten Merauke” kata Ibu Mbaraka. “Kegiatan ini merupakan yang pertama dilaksanakan oleh PKK Kabupaten Merauke dan harapannya akan berlanjut di distrik lain lagi” tambahnya.

Lebih lanjut, Ibu Imelda mengapresiasi komitmen ke 24 pasangan yang sudah hidup bersama sejak lama dan akhirnya hari ini diberkati di gereja. Kegiatan ini merupakan program TP PKK Kabupaten Merauke untuk membantu masyarakat yang sudah lama tinggal bersama agar menikah baik secara gereja maupun secara negara, sehingga dapat diterbitkan surat nikah. Surat nikah inilah yang nantinya dapat digunakan sebagai dasar pembuatan Kartu Keluarga baru. Anak-anak juga kemudian dapat memiliki akta kelahiran dan KIA (Kartu Identitas Anak). Sebab jika tidak ke depan anak-anak juga yang susah, karena semuanya berdasarkan data kependudukan. Memang kalau tidak menikah bisa saja anak yang lahir dibaptis di gereja tapi tidak bisa bisa masuk dalam KK orang tua kandungnya. Sehingga seringkali anak-anak masuk dalam daftar KK tete atau neneknya. Tentu saja hal ini dikemudian hari bisa menjadi masalah. Anak-anak juga nanti disekolah akan kesusahan, karena sekarang perlu surat-surat kependudukan. Ibu Ketua TP PKK juga berpesan agar kegiatan hari ini dapat menjadi contoh bagi kampung-kampung lain agar yang belum menikah tapi sudah tinggal lama bersama untuk segera menikah baik secara gereja maupun secara negara.

Kepala Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Ibu Yustina Regina Kamisopa menyampaikan bahwa sekarang ini agak sedikit rumit dalam proses administrasi kependudukan untuk anak-anak yang lahir dengan orang tua di luar pernikahan resmi. Anak belum punya KIA (Kartu Identitas Anak) karena orang tuanya tidak punya KK, sehingga kadang anak ini dititipkan ke orang lain baik itu tete atau neneknya. Urusannya kemudian bisa jadi panjang karena untuk mengubah KK ke orang tuanya misalnya harus lewat proses pengadilan lagi. Jadi kegiatan hari ini sangat baik dan kedepan bisa jadi contoh untuk pasangan lain agar segera menyusul, supaya ke depan tidak kesulitan dalam mengurus administrasi kependudukan.

Kepala Distrik Elikobel Drs. Abdul Asis yang juga hadir dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa proses hari ini ke depannya akan sangat membantu dalam hal pengurusan surat-surat kependudukan. Kalau tidak ada surat-surat, sulit untuk dapat berbagai bantuan dari pemerintah. Karena ke depan, semua bantuan lewat proses administrasi kependudukan, termasuk ya punya NIK. Kalau tidak ada NIK, tidak terdaftar di KK segalanya akan jadi susah, termasuk bantuan, beasiswa pendidikan, dan sebagainya.

Terima kasih kepada TP PKK Kabupaten Merauke yang sudah buat program yang baik ini untuk warga di Kampung Kweel dan Kampung Bupul. Harapannya dapat berlanjut di kampung-kampung lain lagi.
*Billy Metemko

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *